KISAH DARI NEGERI SEBERANG
Al-kisah, angin puyuh bertiup sangat kencang dan menerjang sebuah kapal besar, terombang –ambing ombak lautan dan membentur dataran di sebuah kepulauan yang sunyi. Tidak ada satupun penumpang yang selamat kecuali seorang ibu dan anaknya yang masih menyusu. Mereka bertahan pada sebuah tiang kayu dan terbawa ombak hingga sampai di kepulauan yang sunyi dan menyeramkan. Ketika sang ibu berusaha mencari tempat untuk berteduh, tubuhnya tersengat gigitan ular berbisa hingga mati. Maka tinggallah anak bayi yang masih menyusu itu menangis sejadi-jadinya .
Tiba- tiba datang seekor srigala dan membawanya ke tempat tinggal serigala tersebut, bayi tersebut di asuh dan disusuinya.
Beberapa tahun kemudian, anak kecil itu tumbuh besar hingga menjadi seorang pemuda yang gagah berani dan kuat, tidak gentar dan takut menghadapi raja hutan.
Kekuatan pemuda ini tidak tertandingi oleh binatang kuat atau lemah sekalipun. Dia seringkali mengalahkan binatang dan menebar rasa takut di seantero hutan.
Pada suatu hari, pemuda mendaki gunung dan berdiri di puncaknya sambil berteriak lantang :
“Aku adalah manusia perkasa, aku telah menundukkan macan dan membunuh singa , akulah penguasa hutan , pulau dan seluruh makhluk!” .
Teriakan pemuda memecah dan menggema hutan belantara… tapi terdengar suara asing memanggilnya: “wahai manusia …..!”
Pemuda itu menoleh kiri dan kanan, mencari sumber suara dan ditemuinya matahari tengah berbicara kepadanya.
Matahari itu berkata : “Wahai manusia lemah ….!”
Pemuda itu menjawab : ya .. ya … benar . aku tidak dapat melihatmu karena pancaran sinarmu yang menyilaukan.
Lalu matahari itu menutupi sedikit dirinya dengan awan hingga menutupi wajahnya, lalu berkata : wahai manusia … engkau tercipta dalam keadaan lemah, kenapa engaku menyombongkan dirimu sebagai manusia perkasa dan kuat? , dan tidak berterima kasih kepada siapa yang memberimu keluatan ini! Tidakkah kau ketahui…jika aku mendekat padamu niscaya tubuhmu akan terbakar panas yang aku miliki. Dan jika aku menjauh darimu kau akan mati kedinginan.
Pada saat pemuda itu mendengar pembicaraan matahari, dia mendengar suara memanggilnya dari bawah gunung .
Wahai manusia ..
Pemuda itu menoleh dan suara itu ternyata sungai yang mengalir di bawah gunung tersebut.
Sungai itu berkata : kau menyombongkan dirimu wahai makhluk yang lemah, dan tidak berterima kasih kepada pemberi air . apakah kau bisa hidup tanpa air ? kau akan mati kehausan tanpa aku .
Pada saat itu terdengar suara di bawah telinganya dan berkata : jangan kau tertipu dengan kekuatan yang kau miliki.. jika aku tidak masuk kedalam rongga hidungmu, engkau tidak akan dapat hidup kecuali untuk sebentar. Maka berterima kasihlah kepada pemberi segala nikmat ini.
Angin itu belum berhenti berbicara, hingga terdengar suara ombak berkata : aku telah mendengar suaramu wahai makhluk yang lemah … akulah yang membawamu ke tepi lautan ini di atas punggungku, jika tidak kau pasti telah menjadi santapan ikan-ikan buas di lautan.
Lalu pemuda tersebut mendongakkan kepalanya ke atas langit dan berfikir dalam lalu di berkata : benar aku makhluk lemah, tetapi mengapa kau berikan semua nikmat itu kepadaku ? matahari, pohon-pohon, sungai, udara, dan lautan memberikan jawaban yang sama: Allah telah menciptakan kami dan Dialah yang menundukkan kami untuk kepentingan manusia. Maka berterima kasihlah kepada-Nya atas nikmat dan anugerah –Nya.
Pada saat itu, pemuda itu tersungkur sujud di hadapan Allah yang telah memberinya nikmat dan anugerah yang banyak sekali. Dan melimpahinya keberkatan.
Lalu semua makhluk itu berkata : engkau adalah sebaik –baik manusia .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar